Pada tahun 2024, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan potensi wisata di Indonesia. Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Air Terjun Temam melalui pembentukan pasar yang berorientasi pada penggunaan bahasa Inggris. Proyek ini dilakukan oleh tim dosen Pendidikan Bahasa Inggris yaitu Agus Triyogo, M.Pd dan Dr. Hamdan, M.Pd. yang mendapatkan bantuan hibah dari DIKTI.

Air Terjun Temam, yang terletak di daerah yang indah dengan keanekaragaman alam yang menakjubkan, memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata. Meskipun keindahan alamnya memikat banyak wisatawan, masih ada tantangan dalam meningkatkan jumlah pengunjung, terutama wisatawan asing. Salah satu cara untuk menarik minat pengunjung adalah dengan menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka, termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Tim dosen Pendidikan Bahasa Inggris berkomitmen untuk memberdayakan pedagang lokal di sekitar Air Terjun Temam melalui pelatihan bahasa Inggris. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pedagang dalam berinteraksi dengan wisatawan. Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik, para pedagang dapat memberikan layanan yang lebih baik dan menarik perhatian lebih banyak pengunjung.
Program pelatihan yang dirancang oleh tim dosen mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan kosakata dasar yang sering digunakan dalam berjualan hingga praktik percakapan sehari-hari. Selain itu, pelatihan juga melibatkan simulasi situasi nyata yang mungkin dihadapi pedagang saat berinteraksi dengan wisatawan. Dengan cara ini, diharapkan para pedagang dapat merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan menjelaskan produk yang mereka tawarkan.

Pentingnya pasar berbahasa Inggris di sekitar Air Terjun Temam tidak hanya terletak pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan meningkatnya keterampilan berbahasa Inggris, pedagang lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan. Ini menciptakan dampak positif bagi perekonomian setempat serta meningkatkan kualitas layanan wisata.
Sebagai bagian dari proyek ini, tim dosen juga berencana untuk melakukan evaluasi dan monitoring terhadap perkembangan kemampuan bahasa Inggris para pedagang. Melalui evaluasi yang rutin, diharapkan dapat diketahui seberapa besar dampak dari pelatihan yang diberikan. Dengan dukungan dari DIKTI, proyek ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan wisata berkelanjutan di daerah lain.
Dengan demikian, pembentukan pasar berbahasa Inggris di sekitar Air Terjun Temam bukan hanya sekadar upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat lokal dan meningkatkan ekonomi daerah. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.