SD Negeri 85 Lubuklinggau merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di lokasi strategis di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sekolah ini memiliki fasilitas yang cukup memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan sederhana, serta area terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembelajaran luar ruangan. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi sekolah adalah kesulitan dalam pengajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Banyak guru merasa belum memiliki kompetensi linguistik dan pedagogis yang memadai, sementara pelatihan praktis yang berkelanjutan masih jarang tersedia. Selain itu, terbatasnya sumber belajar yang menarik dan kontekstual membuat proses pembelajaran kurang variatif, sehingga siswa cenderung cepat bosan dan kurang berpartisipasi aktif.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperlukan solusi komprehensif berupa pelatihan dan pendampingan guru yang dilakukan secara intensif dan bertahap. Salah satu metode yang dianggap efektif adalah Communicative Approach, yaitu pendekatan pengajaran bahasa yang berfokus pada kemampuan siswa menggunakan bahasa dalam konteks komunikasi nyata. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada tata bahasa, tetapi juga pada makna, fungsi, dan tujuan komunikasi. Melalui kegiatan seperti role-play, diskusi, problem solving, dan kerja kelompok, siswa didorong untuk terlibat aktif dan berani berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Dalam kegiatan pelatihan terbaru, guru-guru SD Negeri 85 berhasil mempraktikkan microteaching sebagai bentuk penerapan Communicative Language Teaching (CLT). Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dengan peran guru, siswa simulasi, dan pengamat. Setiap kelompok menyusun mini lesson plan berdurasi 10–15 menit yang memuat tujuan komunikatif dan sedikitnya dua teknik seperti pair work, role play, atau information gap.
Kelompok pertama mengajar topik Daily Activities dengan aktivitas pengenalan kosakata, matching, hingga permainan charades. Kelompok kedua menyajikan materi Human Expressions melalui listen-and-point, dialog sederhana, hingga emotion guessing game. Sementara kelompok ketiga mengajar Days of the Week, diperkuat dengan lagu, sequencing, pair work, dan permainan Bingo untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para guru dalam mengembangkan keterampilan mengajar yang lebih komunikatif dan kontekstual. Selain meningkatkan kreativitas pembelajaran, guru menjadi lebih percaya diri dalam merancang aktivitas berbasis interaksi yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Adapun luaran dari kegiatan pendampingan ini meliputi:
-
Publikasi artikel pada jurnal Langkah Bakti Dosen (PIM).
-
Publikasi pada media online Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
-
Publikasi video dokumentasi di YouTube UNPARI dengan judul “Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru SD Negeri 85 dalam Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Komunikatif di Kota Lubuklinggau.”
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian: Agus Triyogo, Hamdan, Adinada Lia Agata, Amelia Ika Putri, Anjas Moro, dan Dwi Mulyanto, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di SD Negeri 85 Lubuklinggau.
Program ini menjadi langkah awal menuju pembelajaran yang lebih komunikatif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa di era global saat ini.